Entry: Murobbiqu Wednesday, August 26, 2009



Akhir Juni '08

"Mba, dua tahun lagi kelompok ini jangan di rombak ya. Uci mau pas balik ke depok, gabung dengan kelompok ini lagi. Uci merasa nyaman cerita dengan mba. Uci juga nyaman dengan teman-teman yang ada disini. Kita udah akrab kaya keluarga sendiri. Tolong bilangin DPC jangan di rombak ya mba."

Juli '08

"Kondisi mba lemah ci. Semua pengobatan udah mba coba, tapi belum berhasil. Mba udah ga bisa kemana-mana. Mba sekarang ada dirumah ibu. Mba serahkan semua kepada Allah. Maaf ci, mba belum dapat pengganti liqo uci. Hati-hati disana ya."

Agustus '08

"Uci udah dapat kabar kalo mba yuyun meninggal? Aku dapat kabar dari Abangku. Beliau meninggal di ruang operasi RS. Fatmawati sore tadi."

"Pantesan tadi pas lewat ruang operasi ada banyak akhwat yang ngumpul. Penasaran sih tapi tadi lagi buru-buru mau pulang. Ternyata murobbi mu toh. Oia, kata temen yang jaga, sebelum operasi pun sebenarnya kecil kemungkinan untuk berhasil. Sekarang jenazahnya lagi dimandiin dan mau langsung dibawa pulang."

"Iya, aku sama yani sekarang lagi nunggu jenazah beliau dirumah. Do'akan mba ya ci."

"Uci, terakhir aku jenguk mba, dia nanyain kabar mu. Dia sudah menghubungi temannya yang di malay namun belum ada konfirmasi lagi. Beliau minta maaf kalo uci menunggu lama untuk transfer liqo."

"Uci, wajahnya cantik sekali, senyumnya manis, dan damai."

##
Rencana Allah diatas segalanya. Ketidakrelaanqu jika kelompok kami dirombak -ganti temen dan ganti murobbi- oleh DPC, ternyata dirombak sendiri oleh Allah. Allah mencintai murobbiqu. Allah ingin murobbiqu berada di sisi-Nya. Dan Allah juga ingin menegur sikap sombongku yang tidak ingat bahwa Allah lah pembuat makar sesungguhnya. Innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun.

25 Agustus '08 -'09
Untuk mba qu yang sangat sabar. Murah senyum. Murobbi, ibu dan istri yang solehah.
Semoga Allah menempatkanmu di sisi-Nya. Amiin.
Maafkan saya.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments